"Belum tibakah masanya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingati Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik." [Al Hadid, 57 : 16]

Thursday, 30 May 2013

Arts of The Final Exams

Bismillah.
Assalamualaikum!



The Arts of Medicine :)


I didn't have much time during the final exam to just sit and draw. So I expressed them in my study notes instead!


But now the final's over!! At last!


It's 3 weeks of freedom and I don't plan to go travelling anywhere. No! This summer holiday, it'll be my Art Getaway! I'm planning to spend hours painting, drawing, messing up my hands and face with charcoal, water paint and ink! 


The second semester is over, Alhamdulillah... but I am determined to NOT over 'berjimba' just yet. There's still one thing left to do: pray. That's my last examination. Whether or not I am a hypocrite, an ungrateful servant of Allah.


Tawakkal.


This final examination has taught me a lot of lessons, in life, in spirit, and in self-motivation. Allah had given me such a wonderful tarbiyyah, Thank You Allah! Help me in keeping all of those lessons deep in my heart and mind, to abide them till the end.


Till the end. In sya Allah..
..........

Wednesday, 22 May 2013

I see her.

Bismillah.




I see her, wearing tudung bawal,
she covers her chest, but I prefer she lowers it ever so slightly more.
I see her, tight clothes and jeans,
I wish that she loosen up a little bit.
I see her, lipsticks and eye shadow,
wondering how beautiful she is just the way she are.
I see her, laughing out loud, being all goey and havoc,
imagining how good it is if all that energy is used for Islam.



And I see her, just now, on a sajadah, performs her rawatib prayers,
before and after, with a frown on her head, concentrating.

And I look at myself, proper hijab, no make ups, polite,
I'm already folding my sajadah. A quick 5 minutes prayer.

I look at myself, and I'm ashamed.


..............


It's true that you can tell the general state of a person's Iman by looking at how she dress. If she's a good muslim, she'll obey her Lord. If she's lesser, she'll not.


But there's more to her than meets the eyes. You'll never know how many her deeds are, or how good she performs them. How kind she is to her parents. How loyal and caring she is to her friends. How she will not hurt others even though she's been hurt worse.


You'll never know how she longed for her Lord.


You see her, and wonder how bad as a muslim she is, not wearing a proper hijab?
Well, have you ever wonder, why she don't wear a proper hijab?


Maybe it's because of the mocking society she's involved in.
or Maybe it's because she don't have any friends who can push her into putting on a proper hijab.


Maybe a part of that mocking society is you.
and Maybe that friend should be you.

Sunday, 19 May 2013

Biah Solehah, my clouds and shade.

Bismillah.


"misty stairs" by Patrick Strik



'Biah Solehah' is a state of muslim society that properly live by the teachings of Rasulullah SAW. They compete to beat each other in ibadah. They remind each others of the wrongs and sins that they do. They stand, and fall down in the beat of iman together.


I had this Biah Solehah for 2 years. and Subhanallah, it's one of the best gift Allah azza wa jalla had given me. Alhamdulillah, I know He does not give this gift to just anyone.


But, what I don't know is, how much I took it for granted. How I just went with the flow, not taking much in. And before I even really realize it, it was gone. Like a cold breeze in summer midday, no more.


And for a length of time, I've tried to re-live this biah, and when I couldn't, (cause it takes a society to make a society) I tried to find one. But there's not one like the one I had before. Just like a nice shade of floating clouds from the summer sun, no more.


And without this biah, I was lost. I was weak. And I took a long, deep dive towards the bottom of my iman. Astargfirullah. But somehow, despite all the sins that I did, Allah still holds me in his Palms, and blows me that bit of cold breeze, and raise His Palm above me to give me that bit old nice shade that I longed for.


And He made me realizes, that I cannot hold on to the past, and get stuck motionless in the present. I cannot keep wanting and searching for the biah. No. I don't need to live in the biah anymore. Because the past had taught me something, that I will take things for granted and just go with the flow. Lose that flow, and I'll be directionless.


No! I need to strengthen this core of mine. Trace back my steps, and asked myself why did I do the good things I did back in those 2 years? Is it because of the flow, or because I wanted to?


I need to stand up, and walk straight, and with pieces of what's left of the biah inside of me, I need to go, and built another biah solehah, in this new place, starting with me. There's no use of missing the past memories, it's time to make new ones.


O Allah, make me strong in this path, give me that chance to feel that bit of cold breeze, and that bit of nice shade from the sun, and this time be it from my own sweats, and by your Help and Guidance and with the helps from the companions around me. (like I said, it takes a society to make a society).


Allahu Rabbi, make this whisper, a reality.


Saturday, 18 May 2013

Tadabbur: Salah kita dalam "Islah Nafsak wad'u Ghairak"

Bismillah.


"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?"

- Surah Al Baqarah, 2 : 44 -



Benar, islah nafsak, wad'u ghairak (perbaikilah dirimu, dan (pada masa yang sama) ajaklah orang lain).


Tapi sayang, istilah ini sering disalah gunakan, oleh ramai orang, termasuk saya... termasuk saya. Apabila ingin menasihati, keluar ayat, "Saya pun sama. Kita sama-sama berubah" tapi, memandangkan kita berada di posisi 'orang yang menasihati', kita rasa lebih baik dari orang yang dinasihati, walau dosa sama dibuat.


Mana mungkin kamu ingin mengajak seseorang ke arah kebaikan, sedangkan dirimu berada dalam korupsi yang sangat hitam berkarat?


"Perbaikilah dirimu, dan pada masa yang sama, ajaklah orang lain."


Pada saya, maksudnya kita menasihati, tetapi jangan harapkan perubahan mereka, malah kita patut mengharapkan perubahan dari diri kita sendiri! Kerana hati mereka Allah yang pegang. Tetapi jangan pernah putus asa untuk terus berpesan. Dan jangan pernah lupa untuk terus perbaiki diri. Lupakah kamu akan firman Allah SWT dalam surah As Saff, ayat 2-3:


"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan."


Jadi, teruslah saling berpesan-pesan dengan kebaikan dan kesabaran, dan jangan kecewa atau marah jika mereka tidak mendengarmu, tetapi teruskan perbaiki diri kita. Jadikan setiap kata nasihat kita kepada mereka itu sebagai dua hala: satu, ditujukan kepada mereka. Dua, ditujukan kepada diri kita sendiri.


Kalau kita menunding, satu jari ke arah mereka, empat jari menunjuk ke arah kita. Indahnya Allah menciptakan anggota badan kita, sebagai satu peringatan bagi kita.


Astargfirullah, saya tujukan pesanan ini empat kali kepada diri sendiri, dan sekali kepada kamu yang membaca. Alhamdulillah, Allah kurniakan ayat ini tepat pada masanya, agar saya sedar dan muhasabah diri semula.



-------------


Alhamdulillah, exam anatomy dah pun berlalu. Fuh, mencabar. Tapi saya yakin yang Allah akan beri apa yang terbaik bagi saya dan sahabat-sahabat. Boleh jadi usaha kita sangat bertimbun, tapi Allah uji dengan markah yang sikit, untuk sedarkan diri kita yang usaha kita bukan penentu kejayaan tetapi Allahlah Penentu Segala-galanya.


Dan mungkin usaha kita sedikit, tetapi Allah uji dengan markah yang tinggi, untuk melihat sama ada kita kufur atau tidak dengan nikmat-Nya.


Kita belajar. Tapi jangan lupa, Allahlah yang memberi kita kebolehan untuk belajar. Jadi jangan lupakan Allah ketika belajar, jangan lupa tanggungjawab kita sebagai Daie, hamba Allah, seorang anak, seorang muslim masih wujud walaupun esok exam final.


Dalam kata lain, jangan lupa untuk berpesan-pesan walaupun esok exam.
Jangan lupa untuk sayang saudara seIslam walau raut wajah penuh tension.
Jangan lupa untuk call family tanya khabar walau 8 bab lagi tak habis baca.
Jangan lupa untuk kemas rumah walau punggung dah tak sempat nak alih dari tempat study.
Jangan lupa untuk solat awal walau lagi sikit lagi nak habis chapter.


Kerana tanggungjawab kita tak pernah rehat.


Kalau saya rasa berat, susah dan penat untuk terus pikul tanggungjawab dalam kekangan masa ini, saya selalu pujuk diri:


"Kalau sibuk sekarang aku dah nak lepaskan segala tanggungjawab, macam mana bila dah jadi doktor yang berfamily? Hidup pasti lagi busy dari sekarang, adakah aku akan lepaskan segala tanggungjawab aku macam aku nak buat sekarang?"


Takpe, apa yang kita buat sekarang, sebagai latihan untuk kehidupan yang lebih busy pada kemudian hari.


Empat kali untuk diri, sekali untuk kamu. :)
Wallahu'alam.

Thursday, 16 May 2013

Rumah Rapunzel dari Allah :)

Bismillah..



Menulis di ambang final exam Anatomy. Uish.


After hardship, there's ease. I've learned another lesson about that.


Misi mencari rumah sewa di Irbid, bak kata kakak2 senior, senang sebab sangat banyak kekosongan rumah. Tapi, zaman dah berubah. Dengan kedatangan pelarian dari Syria ke Jordan, rumah kosong untuk disewa semakin berkurang, dan berkurang.


And so, misi mencari rumah sewa menjadi lagi susah. Tambah-tambah lagi dengan ragam orang Arab yang pelbagai. Ada yang jujur baik, ingin membantu selagi yang boleh. Dan ada yang bermuka baik, tetapi ada udang di sebalik setiap helaian mee.


Pernah ditipu. Or so I thought. More or less. Duit terbang begitu saja. Salah kami juga kerana being terlalu baik dan naive. Sepatutnya kena lebih tegas dan sedar hak-hak pengguna. Takpa, lesson learnt.


Selepas rumah pertama dilepaskan, misi nak mencari another rumah sewa takdalah sesenang yang disangkakan. Tapi Alhamdulillah, after hardship, there's ease. Allah hantar rezeki dari cara yang purely from Him. Sangat tak disangka-sangkakan.


Rumah kali ni, memang sangat puas hati. Sekali tengok, terbayang rumah English-style yang dulu2. Nampak kawan melambai dari balkoni, tiba2 terbayang Rapunzel nak turunkan rambutnya. Haha,.... merepek. Alhamdulillah. Rasa seronok bila fikir yang kami dapat rumah ni 100% purely dari Allah. I can live happily knowing that.


Moga dilancarkan segala urusan akad rumah selepas ini. Moga tiada lagi penipuan. Moga rumah ini menjadi wadah bagi saya untuk menjadi insan yang lebih dari semalam.

Wednesday, 15 May 2013

To The Little Matchstick Girl

Bismillah.






Like a leech, look at how you walk this life.
Twisting, flinching every time something happened.
Flames like paradox of infinite staircase
Razor sharp a blunt blade is
Smiling at a grimacing face


and so he walked further, so what?
He has his own world, and so do you.



Mind telling a leech to walk straight?
A leech is a leech, and you, are you.



no fingers, no words
who holds the worn-out match, you or him?



...........

Heads up, Little Matchstick Girl. Life is too short to worry about things that will not take you to heaven. I know you can do it. I'll cheer from Jordan with love :)




Maaf kalau tak paham. Well, you wanted a poem, kan?
;)

Saturday, 11 May 2013

Untuk Mama yang Tahu.

Bismillah.

Seperti Mama dan saya.




Saya sangat suka haiwan. Tersangat. Mama tahu betapa 'tersangat'nya saya suka haiwan.


Saya ni seorang yang sangat pelupa. Big time. Seriously. Mama tahu.


Saya ni jugak seorang yang sangat sangat nak jadi independent. Mama tahu. Haha, siap bagi baju raya awal-awal just in case anak dia tak nak balik raya tahun pertama di Jordan. End up, memang tak boleh balik pun. T_T"


Saya ni juga seorang yang lambat berperasaan, dan sangatlah bukan seorang yang suka mushy things. Makes me go all sotong kegelian. Mama tahu. Masa kecik2, Mama nak peluk, saya lari. Mama nak suap, saya tak nak. Hehe, geli kata saya dulu.


Saya ni masa kecik2 suka exaggeratekan sakit nak ambil perhatian orang, sebab tu orang suka buat dunno je bila saya sakit, tapi time saya sakit betul2, di saat semua orang buat dunno, Mama tahu. Dia yang peluk saya. :')


Saya seorang yang curious, suka tanya soalan pelik2, totally out of the blue. Mama tahu, and Mama layan je.


Banyak yang Mama tahu pasal diri saya, yang saya sendiri pun tak tahu. Rasa kagum! Saya sangat bersyukur ada Mama!


Terasa macam nak jadi macam kecik2 dulu. Bangun pagi2, cuba nak masak scramble eggs tanpa Mama, Alhamdulillah dapur tak meletup haha, tuang susu satu gelas, letak dalam tray, bawak ke bilik Mama, breakfast in bed!


Cuma kali ni, tak nak wish, "Selamat Hari Ibu!"
Saya nak cakap, "Tasneem saaaaaaaaayang Mama! Tak pernah ada hari specific untuk extra sayang Mama!"



 Ya Allah, ampunilah dosa kedua ibu bapaku, panjangkanlah umur mereka dan penuhilah umur itu dengan amalan untuk merebut syurga-Mu, kurniakanlah kepada mereka rezeki yang baik, kesihatan yang baik, dan kekuatan serta kesabaran untuk mereka terus menjagaku dan adik-beradikku yang lain. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani aku waktu aku kecil dulu.


Ya Allah, sampaikanlah sayang aku kepada mereka di sana. :)



Ameen Ya Rabbal 'Alamiin..






(Alamak, air mata laju je ni. Uish, kali pertama nangis rindu sejak sampai Jordan. Ohoi, nampak tak contoh lambat berperasaan di situ?)

Thursday, 9 May 2013

Happy Final Exam Kak Leen!

Bismillah.



Took this from fb Kak Leen. :)
Forgot to take a picture of this before I give it to her.



I pray for Allah gives you whatever benefits you the best because only He knows what's best for us. I see you're working really hard for your final exam, of your final year in medicine. In sya Allah, Allah will give you what you deserve.


Thank you for all of your advices, and guidance, and your willingness to be our naqibah despite of you're being in your final year, and despite it was only for a short time. It has been a really great nikmat knowing you!


After you graduated, know that, You have brains in your head, you have feet in your shoes, you can steer yourself, any direction you choose!


Please steer yourself to be a good muslimah, and mukminah doctor, and always remember in whatever state of busyness we're in, Allah has all the rights in this world to be worshiped upon and remembered.


Make footprints in the sand for us to follow! :)




With love,
Your adek usrah :)

Chocolate and Coffee :)

Bismillah





Not every coffee is of your taste
and not every chocolate is made just for you
So don't fret, be angry or make haste
Because sometimes, things just come out of the blue.



Interpret this, however you like it to be defined,
Because your mind is yours, and mine is mine :)



Salam imtihan everyone!

Wednesday, 8 May 2013

Budak Mentah.

Bismillah.




Kadang-kadang ada baiknya juga untuk dengar pendapat dan nasihat daripada seorang budak mentah. Sebab, fikiran mereka masih lagi suci, tak dikotori nafsu yang sudah kerap mengotori hati seorang dewasa.
Kadang-kadang seorang budak mentah, boleh membezakan hitam putih lebih baik daripada seorang dewasa.


Teringat kisah sepupu saya yang umurnya kira2 tiga tahun. Waktu tu, dia tengah tengok tv dengan parentsnya.


"Ibu, kenapa perempuan tu tak pakai tudung? Dia orang Islam, kan?"


Terkedu si ibu nak menjawap pertanyaan anaknya itu. Begitulah, anak kecil 3 tahun lebih kenal Islam, dari seorang perempuan dewasa. Sama juga kalau kita luaskan skop pertanyaan dari golongan budak mentah ni.


"Akak, kenapa akak bercouple? Bukan ke Allah dah cakap mendekati zina itu haram?"


Kesalnya, ada yang menjawap, "Kau budak kecik. Apa kau tahu? Kau tak rasa lagi keinginan orang dewasa nak cari pasangan hidup!"


atau, ada yang memutar belitkan agama, untuk kegunaan nafsu, "Akak ni bukan couple jenis tu, akak couple islamik tau? Dia selalu bagi tazkirah kat akak, kejut akak qiam. Kalau jumpa pun, kami jumpa nak buat baik je...."


Sebelum nafsu ingin dicintai jantina lain itu datang, waktu itu hati dan fikiran boleh paham logik mendekati zina itu haram. Sebelum nafsu ingin bergaya itu datang, waktu itu mereka boleh paham logik tuntutan menutup aurat.


Mereka budak mentah, yang tak lagi dikotori nafsu dunia, sebab itu mereka dapat nampak dengan jelas logik segala tuntutan Islam!


Mari kita luaskan lagi skop pandangan budak mentah ini.



Saya seorang budak mentah. Mentah, dari dunia politik.


Oleh itu, saya memerhati dan mendengar, untuk belajar. Tapi saya sedih, bila melihat keadaan politik Malaysia. Saling mengutuk, saling mengeji. Bagi saya, saya tak nampak roh Islam dalam diri orang yang mengutuk itu, tak kira pihak mana dia pilih.


Tidak mengapa untuk berlainan pendapat. Cuma, be reasonable. Kata dah dewasa, dah matang. Saya budak mentah ni memanglah tak matang lagi, tapi saya dapat nampak orang yang nampak macam matang, bila bergaduh, mengutuk, berperangai sangat tak matang seakan-akan diri saya yang bergaduh siapa kena basuh pinggan hari ini.


Tidak mengapa untuk pilih pihak yang berlainan. Cuma nanti, makan malam, duduklah semeja, makanlah bersama.


Kita terlalu memikirkan perbezaan parti politik, hingga kita lupa yang kita ni bersaudara. Kita semua orang Islam. Saya sayang semua orang Islam, tak kira warna kulit dan bahasa. Itulah sebabnya saya sedih melihat muslim bergaduh sesama muslim.


Saya budak mentah, mahu bertanya, "Penting sangatkah kita semua sependapat, sehingga sanggup buang pertalian saudara semuslim kita?"

Friday, 3 May 2013

Penuhilah Seruan Allah dan Rasul.

Bismillah.



- Al Anfal, 8 : 24 -
- Sayonara Jahilliyah -




Benar, jihad ini yang memberi kehidupan kepada saya, kita semua.


"Jihad, kalau dibuat dalam jemaah (beramai-ramai) baru terasa manis ukkhuwah itu"
"Apabila kita dah menggapai kemenangan hakiki tu, kita takkan teringat atau kesah kat segala kesusahan yang kita dahulu lalui."


Jahilliyah itu adalah segala-galanya yang bukan Islam.


Kayu pengukur sama ada sesuatu itu jahilliyah atau tidak (skema Kak Kay own):

1) Sesuatu yang kalau kita lakukan ia, kita akan nak banggakan ia melebihi Islam itu.
2) atau sesuatu yang kita buat, yang menyebabkan kita rasa malu dan tak layak untuk sebarkan Islam.



Tambah arang kayu dalam enjin kapal jihad kita. Mari penuhi seruan Allah dan Rasul!



.........


Jebat behave malam semalam bila saya pesan suruh "behave!" sebelum saya keluar bermalam kat tempat lain. Tapi bila malam saya ada, kemain lagi dia mengamuk nak keluar. Kinda like me and my mama :)


Bila mama ada, kemain nak makan sedap2. Bila kat asrama, ayam goreng keras tahap baling kat mozek boleh pecah pun saya pakai baham.


Mengada-ngada.


Wednesday, 1 May 2013

Nothingness, please stop.

Bismillah.



optic nerves and skeletons



Weirdos, much?
Well, yeah. That was how I saw the lecture slides, with my best effort of staying insane and awake. Really helped me though.


My head is so full of nothingness, it cannot be fill with anything else.
Sometimes, I'm too much of a boy than I am of a girl. Spacing into nothingness.


And now, I'm tired of this. So, I won't say anything. I'll stop. Hopefully the world stop with me too.